22 Mei 2005

Sekolah Menulis

Mengajar orang menulis sudah jadi kegiatan yang bisa dilakukan secara komersial? Dari artikel tabloid KONTAN.

Dari: http://www.kontan-online.com
_______________________________________________________

www.kontan-online.com: "Setiap sekolah menulis mengajarkan materi yang berbeda. Sebagai contoh, di PLC, Farid mengajarkan jurnalisme, penulisan, kehumasan, dan penerbitan. Di JS, Yayan juga membuka materi serupa. 'Kami buka kelas penulisan kreatif, skenario, dan novel,' ujar Yayan yang mendirikan JS tahun 2004. Umumnya, materi ini disortir dari banyaknya permintaan yang masuk melalui telepon, faksimili, dan e-mail.

Materi ini menentukan biaya yang harus dibayar setiap siswa. Misalnya, untuk setiap materi kelas tertentu, JS membanderol Rp 1 juta-Rp 1,5 juta untuk 12 kali pertemuan. Tapi, jika ingin kelas khusus, JS sudah menggandeng Rumah Alexandra di kawasan Kemang Selatan dengan pungutan sebesar Rp 2,9 juta per siswa. Untuk satu semester, MLC memasang tarif Rp 2,4 juta. Untuk online learning, PLC menarik iuran Rp 300.000-Rp 900.000 per materi selama delapan minggu.

Bagi Farid, tarif yang dipasang tidak bikin kantong pesertanya bolong. Meskipun ia mengaku merugi lantaran peserta online learning hanya 5-10 orang, namun bisa ia tambal dari kursus offline dan inhouse. 'Biaya sekolah offline dan inhouse dua kali lipat,' tuturnya. Adapun banyaknya siswa di kelas itu berbeda-beda untuk setiap sekolah. Hernowo membatasi lima-tujuh orang setiap periode. Tapi, JS membuka kelas hingga 30 orang per kelas per periode."

Tidak ada komentar: