02 April 2006

[Journey into Cyberworld] 4/02/2006 01:36:07 PM

Do you want free porn? Contact my AIM SN 'abunnyinpink' just say 'give me some pics now!'.

No age verification required, totally free! Just send an instant message to AIM screen name "abunnyinpink".

Any message you send is fine!

AIM abuse can be reported here.

--
Posted by edprehiem60431789 to Journey into Cyberworld at 4/02/2006 01:36:07 PM

18 Januari 2006

[Journey into Cyberworld] 1/18/2006 06:54:31 PM

I read over your blog, and i found it inquisitive, you may find My Blog interesting. My blog is just about my day to day life, as a park ranger. So please Click Here To Read My Blog

http://www.juicyfruiter.blogspot.com

--
Posted by mandyandres2128 to Journey into Cyberworld at 1/18/2006 06:54:31 PM

[Journey into Cyberworld] 1/18/2006 06:54:31 PM

I read over your blog, and i found it inquisitive, you may find My Blog interesting. My blog is just about my day to day life, as a park ranger. So please Click Here To Read My Blog

http://www.juicyfruiter.blogspot.com

--
Posted by mandyandres2128 to Journey into Cyberworld at 1/18/2006 06:54:31 PM

21 Oktober 2005

The Digital Divide Network

Aku baru saja menggabungkan diri ke sini.

The Digital Divide Network: "The Digital Divide Network is the Internet's largest community for educators, activists, policy makers and concerned citizens working to bridge the digital divide. At DDN, you can build your own online community, publish a blog, share documents and discussions with colleagues, and post news, events and articles. You can also find the archived discussion lists of the DIGITAL DIVIDE listserv. Membership is free and open to all, so join today!
"

DSRU - Drug Safety Research Unit

DSRU - Drug Safety Research Unit: "The Drug Safety Research Unit (DSRU) is an independent registered charity (No. 327206) associated with the University of Portsmouth whose work is principally concerned with pharmacovigilance, the detection of side-effects associated with newly marketed drugs. In England, the DSRU is unique as an academic and independent unit which operates outside of the government’s Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) or any other government office. We have, throughout our existence, developed powerful links with doctors in general practice and their invaluable support maintains important and progressive achievement."

20 Oktober 2005

The Starbucks Challenge

Ketemu juga gerakan kecil tingkat akar rumput yang berpusat dan bermula di internet. Pentingnya nilai keadilan rupanya telah mendorong Starbucks membuat pernyataan mendukung perdagangan yang adil dengan menyediakan "fair trade certified coffee", yaitu kopi yang diproduksi dari negara berkembang dengan kondisi tertentu yang lebih adil dari kopi perkebunan besar milik perusahaan besar.

Situs green LA girl dan teman-teman mencetuskan gerakan untuk menguji kebenaran klaim tersebut dengan mendorong blogger sedunia untuk mendatangi Starbucks dan meminta kopi "fair trade certified" untuk selanjutnya memposting pengalamannya tersebut. Juga diminta untuk memuat postingan tersebut di del.icio.us. yang berhasil dan yang gagal bisa diikuti di sini.

green LA girl: The Starbucks Challenge: "Regardless of politics, most of us agree on one thing: If a company makes a promise, it should stick to it.

According to its own policy (PDF), Starbucks will make fair trade coffee for you, any day of the week, in the 23 countries it is licensed to including: Australia, Austria, Canada, China, Germany, Hong Kong, Japan, Korea, Malaysia, New Zealand, the Philippines, Spain, Switzerland, Taiwan, Thailand, the U.K. and the U.S.

But just how easy is it to get a fair trade coffee in a Starbucks in one of those countries?

We aim to find out.

Join the challenge:"

Setahun Pemerintahan SBY-JK - 20/10/2005, 04:36 WIB - KOMPAS Cyber Media - FOKUS

Setahun Pemerintahan SBY-JK - 20/10/2005, 04:36 WIB - KOMPAS Cyber Media - FOKUS: "Kini, setahun memerintah, SBY-JK berjanji akan mengevaluasi kinerja kabinetnya. Hal ini sesuai dengan ucapan yang disampaikan ketika melantik Kabinet Indonesia Bersatu setahun lalu. Masyarakat berharap SBY-JK berani melakukan perubahan dan mengganti para pembantunya yang memiliki kinerja sangat rendah. Keberanian mengevaluasi kinerja kabinet sangat ditunggu-tunggu. "

Evaluasi kinerja Presiden

Hari ini genap 1 tahun pemerintahan SBY, media ramai menyebarluaskan berbagai opini dan analisis. Untuk melakukan evalusi diperlukan tolok ukur atau patokan yang jelas. Satu dokumen resmi tersedia untuk melakukan evaluasi yakni visi, misi, dan program kerja sesuai perintah UU diserahkan ke KPU. Ringkasan visi dan misi SBY - JK bisa dilihat di sini.

Ada 44 butir program kerja atau janji (resmi) kampanye:

AGENDA DAN PROGRAM KERJA

I. Pertahanan, Keamanan, Politik, dan Sosial untuk Mewujudkan Indonesia yang Lebih Aman dan Damai

1. Peningkatan saling percaya dan harmoni antar kelompok masyarakat dan terbangunnya masyarakat sipil yang semakin kokoh.

2. Pencegahan dan penanggulangan separatisme.

3. Penegakan hukum dan ketertiban yang tegas, adil, dan tidak diskriminatif.

4. Pencegahan dan pemberantasan kriminalitas, termasuk produksi, penggunaan dan penyebaran narkoba.

5. Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme.

6. Peningkatan kemampuan pertahanan negara.

7. Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional.



II. Keadilan, Hukum, HAM dan Demokrasi untuk Mewujudkan Masyarakat yang Lebih Adil dan Demokratis

1. Pembenahan sistem dan politik hukum yang menjamin penegakan dan kepastian hukum.

2. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

3. Pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan kroni-isme.

4. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuknya.

5. Pengembangan kebudayaan nasional dan daerah.

6. Pengembangan dan pendalaman desentralisasi dan otonomi daerah.

7. Pengembangan pengakuan hak-hak asasi manusia.

8. Peningkatan kualitas kehidupan rumah tangga dan peran perempuan.

9. Pemberantasan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.



III. Ekonomi dan Kesejahteraan Untuk Mewujudkan Masyarakat yang Lebih Sejahtera

1. Perbaikan dan penciptaan kesempatan kerja.

2. Penghapusan kemiskinan.

3. Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur ekonomi dan sosial, termasuk infrastruktur pertanian, pedesaan, kaitan pedesaan-perkotaan, dan Indonesia Timur.

4. Revitalisasi pertanian dan pedesaan serta peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup petani dan rumah tangga petani.

5. Pengembangan ragam aktivitas ekonomi pedesaan dengan mendorong industrialisasi pedesaan.

6. Pelaksanaan reforma agraria.

7. Pengembangan aktivitas ekonomi kelautan dan kawasan pesisir serta peningkatan kesejahteraan kehidupan nelayan.

8. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha informal.

9. Pengembangan akses petani, nelayan, UMKM, dan usaha informal terhadap sumber permodalan, informasi, serta kepastian dan perlindungan hukum.

10. Penciptaan iklim investasi dan iklim usaha yang mendorong tumbuhnya perekonomian nasional, khususnya sektor riil.

11. Peningkatan kinerja dan stabilitas ekonomi makro.

12. Pengelolaan fiskal, termasuk hutang publik, secara lebih efektif, efisien, dan bertanggung jawab.

13. Pengembangan fiskal yang mendorong tumbuhnya sektor riil, kesempatan kerja, dan hak-hak dasar rakyat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal.

14. Peningkatan upaya-upaya penyehatan dan penertiban lembaga keuangan dan perbankan.

15. Pengelolaan aset-aset negara secara efisien dan bertanggung jawab.

16. Restrukturisasi dan profesionalisasi usaha-usaha sektor publik melalui debirokratisasi dan depolitisasi.

17. Pengembangan ekonomi pasar yang berdasarkan hukum yang berkeadilan serta praktek ekonomi yang berlaku secara internasional.

18. Peningkatan peran Indonesia dalam kerjasama ekonomi antar negara.

19. Pengembangan industri manufaktur, pariwisata, dan IT yang memiliki daya saing dan responsif terhadap penyerapan tenaga kerja.

20. Peningkatan akses rakyat terhadap pendidikan dan keterampilan yang lebih berkualitas.

21. Pengembangan fasilitas pendidikan serta peningkatan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik.

22. Peningkatan kesejahteraan pegawai negeri, TNI, Polri, dan pensiunan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas.

23. Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih berkualitas.

24. Pengembangan sistem jaminan kesehatan bagi rakyat miskin.

25. Peningkatan kesejahteraan rumah tangga, perempuan, dan anak terutama golongan miskin, penyandang cacat, serta yang tinggal di daerah terpencil dan di daerah konflik.

26. Penghapusan ketimpangan ekonomi, sosial, dan politik dalam berbagai bentuknya.

27. Perbaikan pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian mutu lingkungan hidup.

28. Perbaikan kualitas, proses, dan pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi yang menjamin mobilitas barang, jasa, manusia, dan modal serta pelayanan publik.

Untuk masing butir janji (yang tercetak tebal seharusnya merupakan penjumlahan butir-butir di bawahnya) apakah yang telah dilakukan? Keberhasilan atau kegagalan SBY - JK dengan demikian bisa dinilai secara obyektif, yakni sesuai dengan janji mereka sendiri. Benarkah selama satu tahun ini apa yang dijanjikan untuk dilakukan sudah dilakukan? Ataukah SBY - JK ternyata lebih banyak melakukan hal-hal yang tidak termasuk dalam program kerja?

Program kerja ekonomu nomor dua adalah penghapusan kemiskinan, lucunya dengan SLT (subsidi langsung tunai) angka resmi orang miskin melonjak.

Program kerja ekonomi nomor enam adalah "Pelaksanaan reforma [sic] agraria", yang terdengar adalah pembenahan administrasi pertanahan lewat pinjaman Bank Dunia. Tetapi administrasi pertanahan bukanlah "agrarian reform" yang umumnya dikaitkan dengan pembenahan struktur kepemilikan dan bukan administrasi kepemilikan.

Janji pemilu ini sesuai dengan perintah UU juga kemudian menjadi dasar penyusunan RPJM (rencana pembangunan jangka menengah) yang menggantikan GBHN. Jadi kalau mau telaten perlu dilakukan persandingan antara dokumen visi dan misi, RPJM, rencana kerja tahunan pemerintah, dan APBN, serta kemudian melihat pada pertanggungjawaban keuangan (+ aktifitasnya) untuk melihat apakah presiden telah melaksanakan janji pemilunya, atau tidak.

Hal ini juga akan melengkapi analisis terhadap kepuasan (subyektif) seperti yang ditampilkan berbagai polling.

Dengan membiasakan evaluasi obyektif yang melengkapi evaluasi subyektif mudah-mudahan politik di tanah air bisa sedikit lebih rasional dengan mengukur kinerja politik dan janji politik sebelum menentukan pilihan politik.

Visi: "Visi, Misi dan Program Kerja yang disampaikan di sini merupakan versi ringkas dari buku yang berjudul “Membangun Indonesia Yang Aman, Adil, dan Sejahtera : Visi, Misi, dan Program” yang disusun oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan M. Jusuf Kalla (JK). Buku tersebut telah secara resmi dimasukkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai komitmen dan janji mereka terhadap seluruh rakyat Indonesia. Buku tersebut merupakan dokumen publik yang bisa dibaca oleh semua pihak."

Peningkatan kualitas penduduk diprioritaskan.

Presiden menyatakan program peningkatan kualitas penduduk diprioritaskan. Jalan yang ditempuh adalah pembebasan biaya pendidikan untuk wajib belajar 9 tahun, pembebasan biaya berobat untuk keluarga miskin, dan penciptaan lapangan kerja. Ini menarik, akan segera memerikasa dokumen Anggaran (APBN) dan dokumen perencanaan (RPJM - Rencana Pembangunan Jangka Menengah, dan Rencana Kerja Tahunan Pemerintah).

Kalau antara omongan dengan arah rencana kerja dan besaran pembiayaan tidak berhubungan, maka itu artinya omongannya gak nyambung sama kenyataan.




Media Indonesia Online: "Pemerintah tetap akan mengandalkan sektor pajak sebagai sektor penerimaan dana terbesar dalam negeri. Untuk 2006, pemerintah telah memerioritaskan program peningkatan kualitas penduduk yang pembiayaannya diambil dari penerimaan pajak."

Common Craft - Social Design for the Web: Building TwinF: The World Is Not Flat

Berguna kalau mau bikin, apa ya? Pokoknya kalau mau punya website dengan ..... ah, pokoknya ini tulisan menguraikan rinci hal-hal yang harus diperhatikan kalau kita membangun website. Ini catatan waktu ia membangun website untuk segala cerita perjalanan yang dimaksudkan untuk digunakan beramai-ramai.

Common Craft - Social Design for the Web: Building TwinF: The World Is Not Flat: "As you may know, designing social web sites is my day job and I wanted to take this opportunity and create a site for our trip that would be an example of my work. This entry documents the experience of building TwinF."

Membangun komunitas untuk blog kita - atau mencarinya

Artikel yang satu ini mungkin lebih universal (dari yang sebelumnya) bagaimana membangun blog yang berhasil, yang didukung oleh komunitasnya.




Developing Community » Whitespace: "After you have started to develop some traffic to your site I am sure many people think that it requires luck to get some people to comment. A lot of sites receive traffic yet no one takes the time to comment on the entries. I know I don't comment on every entry I read, but what makes me stop to take the time to comment on some entries? There are a couple of factors that will be touched upon in this article."

Promosi untuk meningkatkan pengunjung blog

Terkecuali blog dibuat sebagai buku harian pribadi, jumlah pengunjung merupakan satu faktor teramat penting. Terlebih kalau memang ada maksud komersial maupun keinginan untuk mengadvokasi nilai tertentu. Pengunjung tidak datang dengan sendirinya, kita perlu melakukan beberapa hal agar mereka mau datang. Artikel berikut memberi banyak petunjuk yang berguna.

Perlu diingat bahwa petunjuk-petunjuk ini dibuat terutama untuk menggarap pengguna internet di negara maju dengan tingkat penggunaan internet yang meluas. Amerika Serikat misalnya lebih separuh warganya merupakan pengguna internet, karenanya internet telah menjadi media yang sangat diperhitungkan dalam ekonomi dan politik. Rasanya Indonesia saat ini belum mencapai tahapan itu.

Modifikasi petunjuk dalam artikel ini terhadap realitas internet dan masyarakat Indonesia mungkin akan sangat penting untuk mempercepat perkembangan pertautan antara kehidupan ekonomi dan politik dengan perkembangan berita dan opini di Internet.



16 Ways to Drive Traffic to Your Blog: "You've got your blog set up and you've started posting pithy, useful information that your niche market would benefit from and enjoy. Days go by, you keep publishing, but no one comments and your traffic stats are barely registering. What do you do?

Like any website you own, you must do some blog promotion to start driving traffic to your site. Here are 16 steps, in no particular order of importance, that you can start doing now to get traffic moving to your blog."

19 Oktober 2005

squattercity: hunian liar di perkotaan

Permasalahan penghuni dan bangunan liar di perkotaan dunia ketiga menjadi perhatian penulis blog ini. Tidak hanya pengamat sambil lalu tetapi memang menjadi peneliti dengan pengalaman hidup di berbagai kota sebagai "gembel" untuk mendapat pemahaman yang menyeluruh - khususnya dinamika mereka yang mejadi penghuni dan pemukim liar ini.

Persoalan ini tidak merupakan masalah yang mendapat perhatian besar di Indonesia saat ini. Tetapi juga bahwa perencanaan pembangunan perkotaan tidak memberi tempat yang baik kepada mereka yang tersingkir dari desa dan harus (atau memilih) untuk mengadu untung di kota. Tidak tersedianya sektor formal yang menampung, baik sebagai pekerja maupun sebagai pemukim melemparkan mereka menjadi pemukim liar dan pekerja sektor informal.

Membaca blog ini akan memberi pengalaman perbandingan dengan berbagai negara. Juga mengenali pemikiran alternatif terhadap perencanaan kota yang birokratis mengarah kepada kota industri, niaga, dan jasa. Perspektif yang melihat kota sebagai sektor ekonomi dan kegiatan usaha membuat orang melupakan manusia yang hidup disana, menjadikan mereka obyek yang harus mematuhi program atau menjalankan peran tertentu saja.

Blog ini membantu kita melihat kota yang seutuhnya.

squattercity: " Name:Robert Neuwirth

I'm a writer who spent two years living in squatter communities in four continents. These neighborhoods--which dominate most of the cities of the developing world--are vibrant and energetic, but horribly misunderstood. My new book, Shadow Cities, is an attempt to humanize these maligned settlements. My articles on cities, politics, and economic issues have appeared in many publications, including The Nation, The Village Voice, Newsday, The New York Times, Metropolis, and City Limits. Before becoming a reporter, I worked as a community organizer and studied philosophy. I live in New York City."

Dari Blog Herald » Surrendering to spam blogs? The Blog Herald: more blog news more often

Masalah Splog atau spamblog kelihatannya menjadi persoalan besar. Aku
pribadi tidak merasakannya dan agak khawatir kalau terjadi perubahan besar
di blogger (hosting blog ini). Tetapi analog dengan masalah terorisme aku
mendukung langkah untuk meningkatkan keamanan di alam blog (blogosphere).
Penulis di bawah ini secara sinis sudah menyerah pada para spammer,
kecuali berharap pada gerakan blogger untuk meningkatkan upaya membatasi
spammer di blogger sendiri. Disadari bahwa ada keterkaitan antara
pendapatan Google sebagai pemilik Blogger.com dengan adsense dan splog
itu, jadi tidak heran Google tidak terlalu bersemangat untuk merubah
tatanan yang ada karena akan sangat berpengaruh kepada pendapatan mereka.

Tanpa pemahaman dan kecakapan teknis aku tidak bisa memberi usulan tau
bahkan sebetulnya tidak terlalu paham juga duduk persoalannya. Mungkin aku
perlu juga belajar sedikit. Tapi sekilas ini mungkin menjadi masalah bagi
blog dengan nilai komersial tingggi, yakni mereka yang berteriak untuk
pembenahan blogger. Jadi hal ini adalah masalah blogger Besar sekali
(Boogle) dengan blogger kelas menengah dengan para petualang (spammer),
tentu sulit untuk mendengar bagaimana sebetulnya suara, aspirasi para
blogger kecil. Hal ini tidak berbeda dengan masalah pembajakan hak
intelektual, banayk keberatan dan caci maki diarahakan terhadap Microsoft
(besar) yang terutama ditentang oleh gerakan Open Source tapi para
pengguna kebanyakan, yang tidak memiliki kecakapan teknis dan daya untuk
bersuara hanya terseret dalam semua pertarungan itu.

Selanjutnya sama juga dengan persoalan kemiskinan dunia, mungkin spolg itu
sama seperti Irak, Iran, atau mungkin malah RRC, yang menciptakan model
usaha mengandalkan tenaga kerja murah menantang AS dan Eropa, negara
miskin dan kecil tak bisa lain selain jadi penonton.

-------------------------------------------------------------------

I’ll be attacked for that last comment, as I was when I originally shared
my concerns about Google’s actions at the time, but ask yourselves this:
Google has the ability to filter out spam blogs tomorrow. The number one
choice of advertising on spam blogs in Adsense, which provides revenue to
Google. Google refuses to act on spam blogs AND continues to profit from
them. Great for their shareholders and bottom line, but very bad for the
blogosphere.

So here’s our choice. Give up, or even better ignore them. I’m probably
going to take the later choice for now, because at the end of the day who
am I to argue with the corporate might of the Google dollar, and I do,
after all, have an Adsense account.

Does this make you angry? I really hope it does. The question then is: can
the combined weight of the blogosphere be pulled together to deliver
Google a message, or are we better getting along with our own business,
knowing to well that divided we shall never be victorious?

United we stand, divided we fall…or in the case of blogs probably get
squashed as the blogosphere losses all credibility under the weight of the
crap being hosted by Google.

--
Using Opera's revolutionary e-mail client: http://www.opera.com/mail/

18 Oktober 2005

selasar gagasan

Mulai mengumpulkan berbagai blog yang memiliki warna opini sosial-politik, di luar yang personal-spiritual-teknologikal. Arif memang sebagian dari blogger yang berpikir dan menuangkannya dalam blog tentang berbagai persoalan bangsa dan negara.

selasar gagasan: "Pada akhirnya, perubahan memang suatu kemendesakan sejarah bagi Indonesia. Jika tidak, barangkali negeri ini bakal menuju peraduannya yang terakhir untuk karam dalam perjalanan sejarah yang belum usai. Saya menyetujui suatu perubahan yang menyeluruh. Saya mengamini suatu perubahan yang menyentuh akar sosio-politik dan sosio-budaya di negeri ini. Tetapi, perubahan semacam ini tampaknya lebih mungkin diwujudkan melalui pembaruan yang gradual menuju suatu tatanan yang sepenuhnya baru. Sebab, perubahan yang demikian memungkinkan setiap orang untuk mengambil tempat, menyumbang peran bagi perubahan yang memang mesti digerakkan oleh masyarakat sebagai suatu entitas yang solid dalam kohesivitas. Suatu masyarakat partisipatoris dengan pandangan yang searah akan Indonesia yang demokratis dan makmur."

Laporpajak.com: kemudahan atau privatisasi fungsi negara?

Mendapati layanan pengisian laporan pajak di sini, sungguh aku kira tadinya layanan ini dibikin oleh Kantor Pajak sendiri ternyata dikelola oleh sebuah perusahaan. Bukan dalam rangka "outsourcing" tetapi lebih privatisasi.

Bingung sih menyikapinya. Apakah ini inisiatif swasta (sektor privat) mendukung upaya pemerintah, atau lebih merupakan privatisasi fungsi negara? Kira-kira ini layanan yang memberi nilai tambah sehingga layak mengutip tambahan biaya dari penggunanya atau ini sama dengan calo SIM dan BPKB di kantor Samsat dan setasiun KA?

Yang pasti di tentang kami tercantum "Laporpajak.com (PT. Garda Bina Utama) ditunjuk sebagai Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) oleh Direktur Jenderal Pajak melalui Surat Keputusan No: KEP-19/PJ./2005 tanggal 24 Januari 2005 untuk dapat menyalurkan penyampaian Surat Pemberutahuan (SPT) secara elektronik (Jasa e-Filling) ke DJP." dan di banner bagian atas tiap halaman juga tercantum logo Dirjen Pajak. Apakah ini bagian dari layanan resmi, atau cuma layanan swasta yang mendapat "restu" atau endorsement?

Kalau memang program Dirjen Pajak meningkatkan target pajak, hal semacam ini seharusnya disediakan secara cuma-cuma oleh Dirjen Pajak. Sumber pembiayaan bisa saja diambil dari APBN, toh pasti ada anggaran pemungutan pajak. Juga ini kan sebagian dari perwujudan upaya peningkatan kualitas pelayanan perpajakan.

Aku menemukan link ini dari sebuah milis (Id-Gmail postingan Enda) dan tidak mendengar atau membaca publikasi yang luas di media massa tradisional. Entah sudah berapa lama hadir tetapi saat aku adalah pengunjung ke 2.663.

Rasanya menjadi pertanyaan bagi para calon pengguna keterandalan sistem, apakah pasti diterima (karena ini katanya e-filing) dan bagaimana tentang tanda bukti serta keabsahan proses ini. Kalau hanya menambah panjang rantai kerja mungkin tidak banyak gunanya. Tetapi seandainya ini bisa merupakan cara memasukan laporan pajak yang mudah dan tidak perlu antre dan desak-desakan rasanya memang bagus.

Tetapi hal ini seharusnya merupakan layanan Dirjen Pajak sendiri, dan tidak merupakan layanan swasta yang kemudian memungut bayaran. Mungkin akan lebih baik memang kalau semua biaya ditanggung oleh Dirjen Pajak, tapi juga tentu kerahasiaan dan sebagainya perlu juga diselesaikan.

Some companies get it, like Philips. Their Voi...

Dari World Changing : Bagaimana Philips sedang mencoba alat telekomunikasi mobile baru, yang mirip gabungan antara mp3 player + ponsel. Guna menekan biaya (produksi dan operasi) dan tidak mensyaratkan pengguna harus melek huruf serta memanfaatkan tidak diperlukannya komunikasi "real-time" dibuatlah alat yang bisa merekam pesan yang akan dikirim dan diterima. Jadilah alat komunikasi yang sangat murah, yang tinggal dicolok ke semacam telpon umum dan bisa mendownload serta meng-upload pesan2.
 

 
Some companies get it, like Philips. Their Voices In Your Hand project was started three years ago, a humanitarian-and-capitalist effort to not just make existing technology cheaper or more accessible, but to start from the ground up and invent a cheap handheld internet/phone designed to fit the needs of some of the poorest people in the world. The project is now in a field-testing phase in the favela of Recife, Brazil, and they have been smart enough to let the testing results take them in a direction they did not initially anticipate. It appears that real-time connectivity is not the biggest issue, so devices which are essentially modified mp3 players you occasionally connect to the web in telecenters to send and receive voice and text messages are good enough (and much cheaper than cell phones).
 
This allows a leapfrogging many people haven't thought about before: it's not just the leap over landlines to handsets, it's the leap over paper mail, which doesn't work for you if you're illiterate or don't have an address because you live in a shantytown; many in Brazil's favelas are both. It also allows low-cost local broadcasting/narrowcasting of health & community information or local musicians. With this, and some of Africa's repurposing of cell phones, it will be interesting to see what products developed specifically for the "bottom of the pyramid" will be like.
 
 
Powered By Qumana

10 Oktober 2005

Bersama Kita Bisa (Menderita) - Senin, 10 Oktober 2005

Setuju sekali dengan pengamatan pakar komunikasi ini, bahwa komunikasi politik pemerintah sekarang ini tidak merasa perlu untuk meminta maaf atau memohon maaf. Walau sudah mengungkapkan bahwa ini langkah yang tidak bisa dihindari, tetapi dengan melakukan obyektifikasi atau profesionalisasi menghilangkan empathi.

Dengan demikian pemerintah yang dipilih ini memilih untuk menjadi birokrasi yang memang mesin pelaksana, dan tidak menjadi penyandang amanat yang dipilih dan karenaya bertanggung jawab secara pribadi.

Bersama Kita Bisa (Menderita) - Senin, 10 Oktober 2005: "Saya mencatat tidak ada ”permohonan maaf” dari iklan layanan pemerintah soal kenaikan harga BBM. Tampaknya pemerintah merasa tidak pernah—langsung atau tidak—memelihara harapan rakyat pada masa kampanye dulu, pemerintah tak akan menaikkan harga minyak tanah sampai begitu tinggi!

Apa yang terjadi kini, uang makan kuli proyek tidak cukup untuk membeli nasi dengan lauk telur, atau rakyat yang mengambil kayu nisan kuburan untuk dijadikan kayu bakar, sepenuhnya salah rakyat sendiri; karena ingin melihat perubahan, tanpa tahu apakah perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran."

Participate.net | Movies have the power to inspire. You have the power to act. Participate!

Mudah-mudahan jadi inspirasi!

Participate.net | Movies have the power to inspire. You have the power to act. Participate!: "Welcome to Participate.net where the power of media meets the strength of community to make a real difference in the world. Brought to you by Participant Productions, this is the place where activists, moviegoers, filmmakers and issue experts can come together around the real issues presented in our films. You can share your ideas, make friends, and create meaningful change. We hope you will help us build the community as a powerful resource for social activism. There will be fun activities and great rewards along the way!"

Buku PDF Gratis - Planet PDF

Berbagai buku klasik bisa didownload secara gratis dari situs ini. Mungkin ada baiknya dihitung ya, lebih murah download dan print, atau beli di toko buku ya. Karena untuk buku-buku klasik biaya produksi sudah tidak lagi mengandung biaya hak kepemilikan intelektual (intelectual property rights), atau royalti.

Planet PDF - Free PDF eBooks: "My father's family name being Pirrip, and my Christian name Philip, my infant tongue could make of both names nothing longer or more explicit than Pip. So, I called myself Pip, and came to be called Pip."